Jumat, 19 Desember 2025

Elly Ermawati, dari Mantili hingga Minnie Mouse

Tanggal 19 Desember lalu, dubber senior Elly Ermawati genap berusia 65 tahun. Namanya mulai dikenal karena memerankan Mantili di waralaba Saur Sepuh. Selain itu, ia juga dikenal sebagai dubber Minnie Mouse versi Indonesia dari era 2000an hingga 2017, sebelum digantikan oleh Esty Rohmiati.

Berikut adalah filmografi dari Elly:

Peran film orisinal (parsial):
Saur Sepuh: Satria Madangkara (1988)
Saur Sepuh 2 (1989)
Saur Sepuh 3 (1990)

Peran dubbing serial (parsial):
Mickey Mouse Work (Indosiar; 2005)
Mickey Mouse Clubhouse (RCTI/MNCTV/Disney Junior; akhir 2000an - 2010an)
Mickey Mouse Shorts (Disney Channel; 2010an)

Peran dubbing film (parsial):
Mickey, Donald, Goofy: The Three Musketeers (akhir 2000an?)


Senin, 27 Oktober 2025

Permata Hati OST

Penyanyi: Nurul

LIRIK:
Duhai permata hati pualam bunda
Lelap sudah dukamu dalam pelukan
Derai air matamu tak kunjung sirna
Mengalir sepanjang relung kehidupan

Duhai permata hati dambaan cinta
Suci murni kasihmu tulus abadi
Tabah pasrah hadapi semua lara
Menggapai sendu tumpuan dambaan kalbu

Kau berjalan di tengah guguran daun
Kau biarkan nestapa berlalu bisu
Adakah seberkas cahaya kan menerangi
Adakah sebuah tempat untuk berlabuh

Seuntai kasih datang menjelang
Bahagia kini bukanlah mimpi

Jumat, 04 Juli 2025

Review Lagu "Kamu" dari Coboy Junior

 

Pada tahun 2011, industri musik Indonesia mulai didominasi boy band dan girl group yang terinspirasi dari gelombang Korea, salah satunya adalah Coboy Junior atau CJR. Coboy Junior terbentuk karena manajer mereka, Patrick Effendy, pernah mendengarkan lagu-lagu boy band era 90-an semacam Trio Libels. Lagu Coboy Junior yang terkenal adalah "Kamu" yang diciptakan oleh Patrick dan dirilis pada tahun yang sama. Lagu ini menceritakan tentang cinta pada pandangan pertama yang dialami remaja, dengan menggunakan Facebook dan Twitter.

Setelah 13 tahun, lagu ini dibawakan lagi oleh girl group Blinkstar dan diproduseri oleh Clarice, menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dalam versi tersebut, lirik yang berkaitan dengan Facebook dan Twitter diganti dengan yang berkaitan dengan Instagram.

Rabu, 25 Juni 2025

Review Lagu "Melangkah Di Atas Awan" dari Ronnie Sianturi, Kini Dinyanyikan oleh Dirly Idol!

 

Anak zaman sekarang khususnya Gen Z lebih mengenal Ronnie Sianturi sebagai TikToker. Padahal di jaman dulu dia dikenal sebagai aktor sinetron dan member Trio Libels. Ronnie memulai karier solonya pada tahun 1994 lewat album Sudikah Kamu? yang mengandalkan singel utama berjudul sama.

Tiga tahun setelahnya, Ronnie melejitkan lagu "Melangkah Di Atas Awan" yang menjadi lagu tema dari sinetron drama musikal berjudul sama. Ia membintangi sinetron ini bersama Inneke Koesherawati, Peggy Melati Sukma, Adjie Massaid dan Slamet Rahardjo. Secara tema, lagu ciptaan Dwiki Dharmawan tersebut menceritakan tentang seseorang yang kehilangan pijakan setelah ditinggal orang tercinta karena sudah tidak sejalan atau tidak sesuai, tapi dia masih berharap hari esok ada secercah harapan untuk membahagiakan. Ronnie, yang memerankan Indra dalam sinetron tersebut, berhasil membawakan lagu ini dengan penghayatan yang sesuai.

Sebuah video klip lagu "Melangkah Di Atas Awan" dirilis pada tahun 1998. Video ini diupload ulang di akun YouTube resmi Musica Studios pada tanggal 31 Januari 2020, dan menembus satu juta penonton pada 25 Oktober 2024.

Alex Hutajulu jebolan The X Factor Indonesia tahun 2012-13 pernah mengkover lagu ini dengan nuansa slow rock yang diaransemen oleh Badai Kerispatih untuk album Collaborating Harmony Dwiki Dharmawan pada tahun 2014.

Kini setelah 28 tahun, lagu "Melangkah Di Atas Awan" dinyanyikan kembali oleh runner-up Indonesian Idol musim ketiga, Dirly Dave. Dwiki dan Glenn Rotty selaku produser menghidupkan ulang lagu ini dengan orkestrasi yang lebih megah, karena ada iringan Orkestra Simfoni Ceko. Versi Dirly sudah dirilis pada 27 Juni lalu.

Kamu bisa nonton video lirik dan video musik "Melangkah Di Atas Awan" di bawah ini:




Sabtu, 22 Februari 2025

Sempat Menjadi Lagu Tema di Berbagai Film dan Sinetron, Ini Fakta Dibalik Lagu Dengan Menyebut Nama Allah dari Novia Kolopaking

Lagu Islami pada era 70an-80an dulunya identik dengan qosidah. Setelah di era akhir 80an dikuasai oleh Bimbo, Dwiki Dharmawan mencoba gebrakan baru dengan membuat album studio religi yang melejitkan lagu Dengan Menyebut Nama Allah ciptaannya dinyanyikan oleh Novia Kolopaking. Saking populernya, lagu Dengan Menyebut Nama Allah dicover oleh beberapa artis ternama seperti Ita Purnamasari dan Gigi Band, bahkan banyak rumah produksi media visual seperti Rapi Films dan Sinemart memakai lagu ini sebagai lagu tema dalam berbagai judul film atau sinetron religi yang mereka produksi, seperti Kabulkan Doaku dan Soleha.

Diciptakan awal 1990-an

Dikutip dari Panji Masyarakat yang terbit 19 Mei 1997, Dwiki Dharmawan, sang pencipta lagu, menceritakan bahwa lagu Dengan Menyebut Nama Allah berasal dari puisi karya Ags Arya Dipayana yang ia bacakan pada tahun 1989. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1990, mereka bersepakat dalam penciptaan lagu ini beserta lagu "Kepada Kesangsian". Novia Kolopaking mulai merekam lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" pada awal 1992.

Banyak dikover

Saking populernya, lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" dikover oleh banyak penyanyi lain dalam berbagai genre, mulai dari pop, rock, dangdut sampai orkestra. Oki Oktaviani membawakan ulang lagu tersebut sebagai lagu tema film drama keluarga berjudul Sesal arahan Sophan Sophiaan pada tahun 1995. Dalam film Sesal, lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" dipakai pada adegan ketika Affan, Mutia dan anak-anaknya berlibur di Rotterdam, serta digunakan pada kredit akhir film. Rita Effendy dan Agus Wisman juga merekam ulang lagu ini dalam album Rita yang berjudul Semesta Tuhan atau yang sekarang berganti judul menjadi Maha Melihat, Maha Mendengar, dirilis pada tahun 1996. Ita Purnamasari merekam ini dalam dua versi pada tahun yang berbeda; yang satu menggunakan versi aransemen Rita-Agus dan dirilis pada tahun 1997, yang lainnya adalah aransemen ulang dari versi Warna dan dirilis pada tahun 2015. Grup vokal Warna membawakan lagu ini dalam album kompilasi Islami yang berjudul Tembang Lebaran yang dirilis pada tahun 1998. Pada tahun 2002, ada versi dangdut dari lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" yang dinyanyikan oleh Ikke Nurjannah dan dimuat dalam album Lebaran Bersama Ikke. Band Gigi membawakan ulang lagu ini dengan nuansa rock waltz dan dimuat dalam album Raihlah Kemenangan yang dirilis pada 19 Oktober 2004. Marshanda sang pemeran Arini Soleha dalam sinetron Soleha turut merekam ulang lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" sebagai lagu tema sinetron tersebut pada tahun 2007. Untuk merayakan 30 tahun Dwiki Dharmawan berkarya pada tahun 2014, lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" dinyanyikan kembali oleh penyanyi cilik (pada saat itu), Lana Niti Baskara. Pada tahun 2017, Andini sang finalis Indonesian Idol 2014 menyanyikan ulang lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" yang kemudian menjadi soundtrack serial film televisi Kisah Nyata produksi Mega Kreasi Films yang dibintangi Gita Sinaga. Pada tahun yang sama paduan suara Purwa Caraka Music Studio Choir yang dikonduktori Jessica Fedora Amadea juga membawakan lagu tersebut sebagai lagu tema film Surat Kecil Untuk Tuhan arahan Fajar Bustomi yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan dibintangi oleh Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim. Dalam akhir film tersebut, diceritakan bahwa Angel dan Martin menangis karena kakak dari Angel yang bernama Anton Anggaraksa meninggal dunia akibat penyakit jantung. Angel pun mengunjungi makam Anton pada pagi hari. Nagita Slavina dan Nathalie Holscher juga menyanyikan ulang lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" yang masing-masing dirilis pada 2019 dan 2021. Kali ini pada tahun 2025, lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" diremake lagi dalam versi orkestra dengan tempo yang sedikit lebih cepat, oleh Orkestra Simfoni Ceko, Dwiki Dharmawan dan Jinan Laetitia, dan sudah dirilis pada akhir Februari ini.

Kamu bisa tonton video klip lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" versi Dwiki Dharmawan dan Jinan Laetitia di bawah ini:




Minggu, 09 Februari 2025

Antara Jessica Fedora Amadea dan Dwiki Dharmawan

Tepat pada hari ini, mantan anggota Paduan Suara Anak Indonesia-Cordana sekaligus konduktor Paduan Suara Purwa Caraka Music Studio dan Paduan Suara Anak PENABUR, Jessica Fedora Amadea berulang tahun ke-39. Untuk merayakannya, saya akan membahas kolaborasi Amadea dan Dwiki Dharmawan.

Jessica Fedora Amadea lahir pada 10 Februari 1986. Ia mulai menggeluti dunia paduan suara saat memasuki sekolah dasar. Pada era pertengahan 1990-an, ia menjadi anggota Paduan Suara Anak Indonesia-Cordana dibawah arahan (mendiang) Aida Swenson-Simanjuntak. Sepanjang tahun, PSAI-Cordana memenangkan penghargaan di berbagai festival, dan sering kali tampil bersama kolaborator lain, salah satunya adalah Orkes Fantasi Indonesia arahan Dwiki Dharmawan, dalam acara Cita Karya Titiek Puspa yang tayang di RCTI pada 18 November 1997. 

Setelah ia keluar dari PSAI, pada tahun 2007, ia dan Renno Krisna mendirikan Paduan Suara Purwa Caraka Music Studio yang memenangkan festival di berbagai negara. Sedekade kemudian, Amadea mengaba Paduan Suara PCMS yang mengisi lagu-lagu tema dari film Surat Kecil untuk Tuhan produksi Falcon Pictures, termasuk lagu "Dengan Menyebut Nama Allah" . Lagu yang diciptakan oleh Dwiki dengan lirik oleh (almarhum) Ags. Arya Dipayana tersebut, entah kenapa tidak dirilis dalam album soundtrack film tersebut. Yang jelas, lagu ini menggantikan lagu "Suka Hati" yang tidak sempat dipakai sebagai soundtrack.

Rabu, 23 Oktober 2024

Song Review: Menyelaraskan Ketulusan Cinta lewat Lagu "Selalu Untuk Selamanya"

Dirilis 28 tahun yang lalu, "Selalu Untuk Selamanya" ciptaan Capung Java Jive menjadi lagu yang disukai para remaja era 90an, terutama lirik yang penuh makna. Lantunan suara Fatur berhasil membuat mereka terngiang-ngiang di telinga. Rumah produksi media visual Starvision pernah mengadaptasi lagu ini menjadi sinetron yang berjudul sama pada tahun 1998, dibintangi oleh alm. Adjie Massaid yang berperan sebagai Budiman dan Caroline Zachrie yang berperan sebagai Shinta, seperti yang dikutip dari Suara Pembaruan yang terbit 28 Februari 1998. Lima belas tahun setelahnya, lagu ini kemudian dibawakan ulang dalam konsep duet oleh Irwansyah dan Zaskia Sungkar, disertakan dalam album Untuk Selamanya. Tahun ini, Hanin Dhiya (jebolan Rising Star Indonesia 2014) dan Stevan Pasaribu membawakan ulang lagu ini dengan aransemen oleh Irwan Simanjuntak. Bagi mereka, "Selalu Untuk Selamanya" versi baru bisa dinikmati oleh Generasi Z, dikarenakan ada campuran musik 90an dan musik modern.

Elly Ermawati, dari Mantili hingga Minnie Mouse

Tanggal 19 Desember lalu, dubber senior Elly Ermawati genap berusia 65 tahun. Namanya mulai dikenal karena memerankan Mantili di waralaba Sa...